Laravel merupakan framework PHP berbasis MVC (Model View Controller) yang menyediakan berbagai fitur untuk mempermudah pengembangan aplikasi web.
Migration digunakan untuk mengelola struktur database menggunakan kode program. Seeder digunakan untuk mengisi data awal pada database. Routing digunakan untuk menentukan URL dan respon aplikasi.
Model digunakan untuk berinteraksi dengan database menggunakan Eloquent ORM, sedangkan Controller digunakan untuk mengatur logika aplikasi dan menghubungkan model dengan view.
View pada Laravel menggunakan Blade Template Engine yang mempermudah pembuatan tampilan website secara dinamis dan terstruktur.
DB_CONNECTION=mysql DB_HOST=127.0.0.1 DB_PORT=3306 DB_DATABASE=praktikum_laravel DB_USERNAME=root DB_PASSWORD=
Konfigurasi tersebut berfungsi untuk menentukan host database, nama database, username, dan password yang digunakan Laravel.
php artisan serve
Setelah perintah dijalankan, Laravel akan memberikan alamat localhost yang dapat dibuka pada browser.
php artisan make:model Product -mcs
Perintah tersebut akan menghasilkan file model Product, migration, controller, dan seeder secara otomatis.
public function up(): void
{
Schema::create('products', function (Blueprint $table) {
$table->id();
$table->string('name');
$table->integer('price');
$table->text('description');
$table->timestamps();
});
}
Struktur tabel terdiri dari id, name, price, description, dan timestamps untuk menyimpan waktu create dan update data.
php artisan migrate
Setelah migration berhasil dijalankan, tabel products akan muncul pada database Laravel.
Data tersebut nantinya akan dimasukkan ke tabel products menggunakan fitur database seeding Laravel.
Setelah seeder berhasil dijalankan, data product akan muncul pada tabel products di database.
Route::get('/products', [ProductController::class, 'index']);
Route tersebut menghubungkan URL /products dengan function index() pada ProductController.
public function index()
{
$products = Product::all();
return view('products', compact('products'));
}
Function index() mengambil seluruh data product dari database menggunakan model Product.
@foreach ($products as $product)
<li>{{ $product->name }}</li>
@endforeach
Perulangan foreach digunakan untuk menampilkan seluruh data product yang ada pada database.
http://127.0.0.1:8000/products
Halaman tersebut menampilkan data product yang telah disimpan pada database MySQL.
php artisan make:model Mahasiswa -mcs
Perintah tersebut otomatis membuat file model, migration, controller, dan seeder untuk data mahasiswa.
Struktur tabel terdiri dari nama, nim, jurusan, dan timestamps.
Setelah migration berhasil dijalankan, tabel mahasiswas akan muncul pada database MySQL.
Data mahasiswa tersebut akan otomatis dimasukkan ke tabel mahasiswas menggunakan fitur seeding Laravel.
DatabaseSeeder berfungsi untuk menjalankan seluruh seeder yang ada pada project Laravel.
Setelah proses seeding selesai, data mahasiswa berhasil tersimpan pada tabel mahasiswas.
http://127.0.0.1:8000/mahasiswa
Halaman tersebut menampilkan data mahasiswa yang telah disimpan pada database MySQL.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, Laravel berhasil digunakan untuk membuat migration, seeding, routing, model, controller, dan view.
Data produk dan data mahasiswa berhasil disimpan pada database MySQL dan berhasil ditampilkan pada browser menggunakan Laravel Blade Template.
Penggunaan Laravel mempermudah pengembangan aplikasi web karena memiliki struktur yang rapi dan fitur yang lengkap.
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Laravel mempermudah proses pengembangan aplikasi web menggunakan konsep MVC.
Fitur migration, seeding, routing, model, controller, dan view membuat proses pengembangan aplikasi menjadi lebih terstruktur, cepat, dan efisien.
Pada praktikum ini berhasil dibuat aplikasi sederhana CRUD mahasiswa menggunakan Laravel dan database MySQL.